•  

    Customer Supports & Sells

    (+62)737-71001/71002

  •  

    Opening Times

    Mon - Fri 08.00 - 11.00

MUKOMUKO - Sudah seminggu lebih permasalahan antara masyarakat nelayan Teramang Jaya dengan perusahaan pabrik CPO PT. KAS tak kunjung tuntas. Semenjak aksi demo, Jumat (27/7/2018) lalu kedua belah pihak belum menemukan titik temu.

Menyikapi permasalahan ini, Pemkab Mukomuko siap memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak.

Saat dikonfirmasi, Plt Bupati Mukomuko, Haidir, S.IP mengatakan dalam Minggu ini Pemkab Mukomuko akan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan pihak PT. KAS. Ini dilakukan agar kedua belah pihak menemukan kesepakatan yang bisa diterima bersama.

"Memang kita akui selama ini kedua belah pihak berargumen masing-masing. Tapi dalam Minggu ini akan kita fasilitasi pertemuan kedua belah pihak ini," sampai Haidir. Senin (6/8/2018).

Permasalahan antara masyarakat nelayan Teramang Jaya khusunya warga Desa Pasar Bantarl Nelan Indah dan Mandi Angin Jaya ini bermula ditemukannya ribuan ikan mati di muara sungai Air Baru di wilayah setempat. Masyarakat menuding hal ini disebabkan limbah dari aktifitas pabrik PT. KAS.

Atas kejadian itu, masyarakat tiga desa tersebut meminta pihak perusahaan untuk bertanggungjawab. Masyarakat menuntut pihak PT. KAS memperbaiki sistem pengelolaan limbah dan membayar denda adat sebesar Rp 3 miliar atas dugaan pencemaran lingkungan ini.

Jumat (27/7/2018) ratusan masyarakat menggelar unjuk rasa di depan pabrik CPO milik PT. KAS dilanjutkan dengan penyegelan. Pihak perusahaan sampai berita ini diturunkan belum mengabulkan seluruh tuntutan masyarakat, kecuali berhenti beroprasi untuk sementara waktu. (MC Kominfo/AGR)